Cara Mendaftarkan Tipe Absen

Jika Anda ingin mendaftarkan tipe absen karyawan ke dalam system, Anda harus membuat jenis pengelompokan karyawan berdasarkan tipe absen tersebut terlebih dahulu.

Pendaftaran jenis pengelompokan karyawan berdasarkan tipe absen dapat dibuat dengan Eligibility Profiles pada Menu Absence, dan pendaftaran tipe absen karyawan dapat dibuat dengan Absence Type pada Menu Absence.

Pada bagian ini, Anda dapat mempelajari :

1. Cara membuat Eligibility Profiles.
2. Cara membuat Absence Type.


1. Cara Membuat Eligibility Profiles.

  1. Pada Menu Absence → Pilih Eligibility Profiles.
  1. Klik tombol New untuk mendaftarkan Eligibility Profiles pada menu Absence.
  1. Pada bagian General, isi dengan jenis Eligibility Profiles yang ingin ditampilkan.
NoFiturKeterangan
1NameDiisi dengan nama Eligibility Profiles.
2DescriptionDiisi dengan deskripsi Eligibility Profiles.
3Active• Klik Yes, jika jenis Eligibility Profiles tersebut masih aktif dan di proses di system.
• Klik No, jika jenis Eligibility Profiles tersebut sudah tidak aktif, maka jenis Eligibility Profiles akan otomatis hilang di menu lainnya.
  1. Pada bagian Criteria, klik tombol “Create”, dan lanjutkan dengan mengisi kriteria karyawan yang akan ditentukan tipe absennya.
NoFiturKeterangan
1Active• Klik Yes, jika detail Eligibility Profile untuk Absence tersebut masih aktif dan di proses di system.
• Klik No, jika detail Eligibility Profile untuk Absence sudah tidak aktif, maka data detail Eligibility Profile untuk Absence akan otomatis hilang di menu lainnya.
2NameDiisi nama Eligibility Profile untuk Absence karyawan.
3Marital StatusDiisi dengan detail status pernikahan yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile.
4AgeDiisi dengan detail umur yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile.
5Location GroupDiisi dengan detail Location Group yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
6Job FamilyDiisi dengan detail Job Family yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
7Organization LevelDiisi dengan detail Organization Level yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
8Position LevelDiisi dengan detail Position Level yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
9GradeDiisi dengan detail Grade yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
10Employment TypeDiisi dengan detail Employment Type yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
11GenderDiisi dengan detail jenis kelamin yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
12ReligionDiisi dengan detail agama yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
13CompanyDiisi dengan detail Company yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
14LocationDiisi dengan detail Location yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
15JobDiisi dengan detail Job yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
16OrganizationDiisi dengan detail Organization yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
17PositionDiisi dengan detail Position yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
18Length of ServicesDiisi dengan detail minimal masa kerja karyawan yang berhak dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.
19PayrollDiisi dengan detail Payroll yang akan dimasukkan ke dalam Eligibility Profile, berupa LOV.

Lakukan save dengan klik button “Save Changes” pada bagian Criteria terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan mengisi kelengkapan data Eligibility Profiles lainnya.

  1. Jika semua informasi Eligibility Profiles sudah Anda masukkan, maka langkah terakhir yaitu lakukan save dengan klik button “Submit” pada bagian paling bawah halaman Eligibility Profiles.

2. Cara Membuat Absence Type.

  1. Pada Menu Absence → Pilih Absence Type.
  1. Klik tombol New untuk mendaftarkan Absence Type.
  1. Pada bagian General, isi dengan jenis Absence Type yang ingin ditampilkan.
NoFiturKeterangan
1NameDiisi dengan nama tipe absen.
2DescriptionDiisi dengan deskripsi tipe absen.
3CategoryDiisi dengan kategori tipe absen, contoh: Sakit, Izin, dan lainnya.
4TypeDiisi dengan tipe absen, contoh: Cuti Tahunan, Cuti Melahirkan, dan lainnya.
5Balance TypeDiisi dengan sisa masa absen, contoh: Bulanan (maka karyawan akan mendapat 1 hak absen di tiap bulannya).
6Greeting TemplateDiisi dengan memilih tipe Greeting Template yang sudah dibuat berdasarkan tipe absen.
7Eligibility ProfileDiisi dengan pengelompokan Eligibility Profile karyawan yang akan mendapatkan hak absen.
8Start PeriodAwal mula absen tersebut dapat digunakan pertahun.
9End PeriodBatas akhir absen tersebut dapat digunakan pertahun.
10Limit Transaction Per DayBatas limit penggunaan hak absen berdasarkan periode absen, contoh: 5, maka karyawan hanya dapat hak absen 5 hari di periode tersebut.
11Future DateDiisi dengan ketentuan batas hari karyawan dapat mengajukan absen sebelum absen digunakan.
12YOS Multiple YearAkan diberikan hak absen khusus dan berkelipatan jika masa kerja karyawan melebihi standard berdasarkan Hire Date, contoh: 5, maka tiap 5 tahun karyawan akan mendapat hak absen khusus dan berlaku kelipatan.
13Active• Klik Yes, jika jenis absen tersebut masih aktif dan di proses di system.
• Klik No, jika jenis absen tersebut sudah tidak aktif, maka jenis absen akan otomatis hilang di menu lainnya.
14Entitlement• Klik Yes, jika tipe absen berupa total saldo absen yang per-periode atau tahunan.
• Klik No, jika tipe absen tidak berupa total saldo absen yang per-periode atau tahunan.
15Mass Leave• Klik Yes, jika tipe absen termasuk absen karyawan bersama.
• Klik No, jika tipe absen tidak termasuk absen karyawan bersama.
16Calendar• Klik Yes, jika tipe absen dihitung berdasarkan tanggal kalender, bukan tanggal kerja.
• Klik No, jika tipe absen tidak dihitung berdasarkan tanggal kalender, tetapi tanggal kerja.
17Proration• Klik Yes, jika tipe absen disesuaikan Hire Date karyawan di tahun tersebut. Contoh: Karyawan di hire bulan Februari, maka hak absen adalah 11 di tahun tersebut.
• Klik No, jika tipe absen disesuaikan tidak berdasarkan Hire Date karyawan di tahun tersebut.
18Admin Only• Klik Yes, jika tipe absen hanya dapat diakses/diajukan oleh admin, bukan oleh karyawan itu sendiri, contoh: Cuti Haji.
• Klik No, jika tipe absen dapat diakses/diajukan oleh seluruh user.
19Need Attachment• Klik Yes, jika tipe absen perlu melampirkan bukti alasan mengajukan absen.
• Klik No, jika tipe absen tidak perlu melampirkan bukti alasan mengajukan absen.
20Balance LimitBatas limit penggunaan hak absen di periode tersebut.
21Back DateDiisi dengan ketentuan batas hari karyawan dapat mengajukan absen setelah absen digunakan.
22Carry Over MonthDiisi batas awal mula absen tersebut dapat di gunakan, contoh: 3, maka absen mulai dapat digunakan di bulan ke 3.
23Occurrence LimitBatas pengajuan absen per periode, contoh: 1, maka jenis absen tersebut hanya dapat diajukan 1 kali selama masa kerja karyawan.
  1. Pada bagian Additional Balance, pilih Add lalu lanjutkan dengan mengisi data tambahan absen yang akan ditentukan berdasarkan masa kerja karyawan.
NoFiturKeterangan
1Active • Klik Yes, jika jenis absen tersebut masih aktif dan di proses di system.
• Klik No, jika jenis absen tersebut sudah tidak aktif, maka jenis absen akan otomatis hilang di menu lainnya.
2Month of Service FromDiisi dengan minimal awal masa kerja karyawan yang akan mendapatkan hak absen khusus berdasarkan Hire Date, contoh: 5, maka jika masa kerja karyawan sudah 5 bulan maka akan mendapat hak absen khusus.
3Month of Service ToDiisi dengan batas akhir masa kerja karyawan yang akan mendapatkan hak absen khusus berdasarkan Hire Date.
4Additional BalanceTambahan hak absen pada tipe absen khusus tersebut.

Lakukan save dengan klik button “Save Changes” pada masing-masing bagian terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan mengisi kelengkapan data Absence Type lainnya.

  1. Jika semua informasi Absence Type sudah Anda masukkan, maka langkah terakhir yaitu lakukan save dengan klik button “Submit” pada bagian paling bawah halaman Absence Type.

Baca Juga :
– Cara Memberikan Hak Absen Khusus